Untuk penggemar Asterix

Do you like Asterix..??

Pertama kali jatuh cinta pada komik ini adalah waktu aku kelas 5 sd. Awalnya dikasih tau sepupu yang hobi banget baca buku, yang akhirnya menghibahkan semua koleksi buku ceritanya ke aku. Tapi sekarang semua itu udahh gak berbekas, gara-garanya waktu itu bikin perpustakaan, akhirnya bukuku hilang satu per semua.

Untuk penggemar asterix, pas ti tau dong kalo tokoh utamanya ada adalah Asterix, Obelix, si Kepala Suku, Sang Dukun, dan si penyanyi yang selalu ditolak kalau akan bernyanyi. Juka cara penamaan tokoh di komik tersebut yang juga salah satu unsur kelucuan dari jalan ceritanya.

Hasil pengamatan dari beberapa buku asterix versi beberapa bahasa, ternyata nama-nama penokohan komik asterix berbeda untuk tiap negara, kecuali si Asterix dan Obelix. Penamaannya aja yang sama dengan akhiran -ix untuk orang galia, dan akhiran -us untuk orang romawi.

Si kepala suku, di Indonesia dikenal sbg Abraracourcix. Versi Inggris:Vitalstatistix , Versi Jerman: Majestix
Sang dukun: Panoramix (Ind), Getafix (Eng), Miraculix (Ger)
Penyanyi: (Assurancetourix), Cacofonix (Eng), Troubadix (Ger)
juga si anjing kecil : Idefix (Ind), Dogmatix (Eng)

Udah pernah baca asterix? Bukannya promosi nih, tapi beneran boleh dicoba baca dan ..enjoy!

Akibat terlalu semangat

Ah, belum cerita ya?? Benernya dah lama siy..Ini cerita waktu ke jepang dalam rangka ujian masuk graduate school dulu.
Waktu itu, aku udah kira-kira setahun belajar bahasa jepang. Kalo ngomong dikit-dikit sih ya boleh lah.. : ). Naah, pas berangkat ke jepun ini, ini dia saat yang baik untuk praktek apa yang udah dipelajari!! Dengan semangat sesemangatnya, aku akan praktek tek.....!

Begitu masuk pesawat, pramugarinya dengan ramah menyapa " good morning". Aku jawab" ohayo gozaimasu". Lha orang ini JAL kok, pramugarinya pasti orang jepang. Pokoknya, tiaaaaapppp pramugari cantik berkulit putih dan bermata sipit itu ngomong sesuatu dalam bahasa inggris aku tanggapin dalam bahasa jepang (pokoknya sekuat tenaga mau nunjukin kalo bercakap-cakap dalam bahasa jepang aja....he..he..).

Eh gak berapa lama, setelah ngomong sana sini, pramugari itu berkata, "i am sorry, could you please speak english? I am a SINGAPOREAN..."

Gedubrakkkkkkkkkk..........!!!!

WNI ketemu TKI

Ini cerita pengalaman waktu berangkat ke Msia.

Ceritanya lagi bengong nunggu di gate menuju pesawat di cengkareng. Gak berapa lama, ada seseorang perempuan muda kira-kira usia 20an menghampiri dengan tergopoh-gopoh, dan menyapa "excuse me, can you speak english?". Aku agak bingung, kenapa perempuan jawa ini menyapa aku dengan bahasa inggris..? Ya sudah kujawab, " yes, i speak english. What can i do for you?". Kemudian dengan bahasa inggris yang terpatah-patah dia berusaha menyampaikan kalo dia lagi cari gate pesawatnya yang menuju Msia. Duuh, mbak, aku kan orang indonesia 100% lhooo., gak usah enggres-enggresan gak papa. Akhirnya daripada bingung, aku jawab semua pertanyaannya dengan bahasa indonesia : )

SHIZUOKA - Bousai Summit

Baru sebentar menginjakkan kaki di lab, dah kejadwalan berangkat lagi ke Gakusei Bousai Summit (kalo diingrisin: "Fuji Conference for the Next Generation",...jauh byanget dari terjemahan aslinya: Gakusei = Student, Bousai =Disaster Prevention, Summit=meeting). Summit ini intinya dari mahasiswa untuk masyarakat, Kira-kira gimana mengatasi masalah-masalah disaster prevention yang ada saat ini, menurut pandangan mahasiswa. Kali ini ikutan nemenin adik kelas yang kebagian presentasi. Berangkatlah rombongan ke Shizuoka dengan Kodama (salah satu bullet train, tapi termasuk yang kategori lambat karena berhenti di setiap stasiun).
suasana dalam ruangan summit
ikutan kuliah, yang didalamnya ada "mind mapping game"
bareng mahasiswa dari kubu univ lain
Isi presentasinya : Kiat-kiat bagaimana benda yang ada dalam tas bisa digunakan pada masa evakuasi. Deu..panjangnya. Adik-adik kelas ini ngasih contoh-contoh praktis penggunaan barang yang kita pakai sehari-hari (misalnya payung, saputangan, handphone dst) untuk keperluan darurat jika terjadi bencana alam.
Kebetulan tempat summitnya kali ini lumayan enak, dikaki gunung fuji. Sejauh mata memandang disuguhi pemandangan gunung fuji yang bentuknya memang sempurna. Mengingatkan pada bentuk gambar gunung yang nyaris segitiga sama kaki waktu jaman sd dulu : ).

Tempat nginepnya gak jauh dari tempat meeting di Fuji Tohoka University, salah satu univ swasta yang ada di Shizuoka. Tidur didalam ryokan (penginapan khas jepang dengan lantai tatami/tikar dan tidur pake futon/seperangkat kasur beserta selimut ala ngegelar) bersiiih sekali. Gak lupa welcoming snack yang beraneka dan menu sarapan pagi yang super sehat . Last but not least, ofuro atau pemandian ala jepang yang lengkap dengan shower serta satu kolam besar untuk berendam setelah shower. Mirip sauna, cuma ramean satu kolam. Hiyyyy....syereum mandi bareng-bareng. Aku sih kagak berani.

welcoming snack and tea
japanesse "ofuro" , yang disini adalah type public bath

Setelah nginep semalem, kembali ke rumah masing-masing. Alhamdulillah, presentasi adik-adik kali ini dapet tanggapan positif. " Very realistic" was one of the comment from an invited audience.

peserta dari kalangan mahasiswa dan staf pengajar. I am the smallest : )

Yah, secara keseluruhan meeting ini berkesan, terutama karena presentasi yang alhamdulillah lancar dan mendapat tanggapan positif. Mudah-mudahan tahun depan bisa lancar lagi!

Communication is how to make other people COMPLETELY understand what you are saying

Never change the winning team

Practise makes perfect

Working as a good team is more powerful than working alone in a team

(thanks for photos to Mayuzumi and Inagaki)

FUKUOKA - First Kenchiku gakkai

Hari Jumat tanggal 30 kemaren, pertama kali berkesempatan ikut dalam architectural conference-nya jepang (istilahnya Kenchiku gakkai). Tempatnya Fukuoka University, di Fukuoka, pulau Kyushu, kira-kira sejam setengah naik pesawat dari Tokyo.

Gak bakalan diceritain, kalo gak inget waktu latihan untuk presentasi di sini ancuuuuuuurrrrr banget, pake nangis-nangis segala. Soalnya waktu itu lagi capek, lemes, banyak kerjaan, dan gak siap banget untuk presentasi yang cuma 5 menit all in japanese. Apa yang bisa diceritain dalam 5 menit??

Akhirnya sebelum conference berlatih lagi sekuat tenaga, diulang terus malem terus paginya. Pokoknya jangan sampai malu-maluin.

Alhamdulillah...semua berjalan lancar. Bisa membawakan presentasi dengan lancar, gak gemeteran (sampai aku heran sendiri..kok bisa santai gitu yak..). Dari segi waktu pas (pacciri, kalo kata seniorku). Cumaaaa.....
gak ada komentar, gak ada pertanyaan.
(duh apa mereka pada gak mudeng dengan isi presentasiku, atau pada gak minat ya...)
anyway, semua tugas selesai. Plus seneng juga ketemu temen-temen seangkatan yang dah gak di lab.

Pulang bawa oleh-oleh buat suami tercinta yang sudah menjemputku jam 11 malem di airport. Sayangnya batere kamera ketinggalan, gak sempet moto-moto daerah setempat : (

satu-satunya foto yang bisa diambil

Anyway, it was a good experience. Practice makes perfect, baby