The Damper Baby

Baru beberapa minggu lalu, kebagian tugas conference ke negeri yang katanya paling banyak mengalami Taifun (Taiwan). Kebetulan panitianya bikin paket field trip yang asyik, mengunjungi fasilitas-fasilitas yang berhubungan dengan urban disaster.

Yang lebih asyik lagi, ke Taipei 101!
Gedung tertinggi di dunia ini (500 m) dilengkapi dengan lift tercepat di dunia (37 det sampai ke tingkat 80 sekian). Memang cepetnya gak kerasa, tau-tau udah sampai di atas.

Dari atas kelihatan pemandangan kota Taiwan berikut Keelung River-nya. Oya, Keelung River ini meliputi hampir 50% Taiwan.

But yang paling menarik buatku adalah The Damper Baby.

Damper Baby, adalah sebutan buat damper yang dipasang di lantai atas Taipei 101. Bentuknya berupa bola yang tersusun dari lempengan logam. Beratnya kira-kira 100kg. Damper ini berfungsi sebagai penyeimbang Taipei 101 dari terpaan angin, sehingga orang di dalam gedung tidak merasakan tergoncang.

Memang, Taipei ternyata salah satu kota yang asyik untuk disinggahi. Orang-orangnya ramah, makanannya enak (paling enggak cocok buat lidah indonesia), seafoodnya top! Kemana-mana juga gampang karena sistem transportasi yang memadai.

(ok..ok...ngerti deh..lihat foto lebih asyik daripada baca post ya ..he..he.. ; ))


Taipei 101

The Damper Baby

Taiwan from Taipei 101

delicious!

A variety of fruits! Try some water apples

Oya, dont forget to see a picture in picture of the day!

Pingin makan kue yang gampang bikin

Muff..muff..Muffin!
resep asli dari sini, dimodifikasi oleh resep yessi
Karakter resep: muffin ini isinya bisa diganti-ganti sesuai selera, bahan dasarnya tetap. Cara bikinnya mudah. Kali ini pake buah pisang (dapet saran dari Monasa bakery nih..)


Ukuran loyang/volume
Untuk 9-10 cup

Bahan:
250 gr tepung
125 gr gula pasir
2 sdt baking powder
1/2 sdt garam
1 btr telur, kocok lepas
250 ml susu cair
50 gr butter, cairkan
3 buah pisang, hancurkan dengan menggunakan garpu.

Optional:
50 gr Chocolate chips atau potongan coklat
Parutan keju secukupnya (kira-kira 100 gr)
(sisakan sebagian untuk topping)

Cara membuat:
1. Masukan dalam wadah 1 (sebaiknya ukuran besar) : tepung, gula pasir, baking powder, garam. Aduk merata
2. Masukan dalam wadah 2 : butter, susu cair, telur. Aduk rata.
3. Masukan adonan wadah 2 ke dalam wadah 1. Masukan pisang yang sudah dihancurkan, chocolate chips, dan parutan keju. Aduk rata sekedar adonan menjadi basah (tidak terlihat butiran-butiran tepung).
4. Masukan ke dalam cetakan muffin (boleh cetakan kertas atau alumunium), sampai penuh.
5. Taburi dengan chocolate chips dan parutan keju di bagian atasnya.
6. Panggang dalam oven 200 derajat selama 20 min. Kalau udah kecoklatan berarti udah matang.
7. Jadi deeeh. Kalau gak abis bungkus aja pake plastik wrap, bisa dibawa buat bekal besok harinya!

Punya apel bingung mau diapain? Bikin ini aja!

Ada apel 2 biji di dapur...
Belakangan hobi makan apel pake garem sama bubuk cabe kayak jaman sd dulu itu. Kemaren apelnya nyisa 2 biji, bingung mau diapain. Pinginnya bikin cake apel.
Akhirnya hasil ngintip sana sini, jadilah dia! Biar gak lupa, resepnya ditulis disini.

Apple Torte
resep asli dari sini, dimodifikasi oleh resep yessi
Karakter resep : gampang, gak ribet, jadinya kue apel yang lembut, kries-kries kacang mete, harum, manisnya pas, dan kerasa apelnya.

Ukuran loyang (volume ideal)
Loyang persegi 18 cm, tinggi 5 cm.
Olesi butter/mentega dan alasi kertas roti

Bahan:
300 gr Buah apel (dari kira-kira 2 apel yang buesar)
3 butir telur
250 gr gula pasir
2 sdt vanila
100 gr butter
100 ml milk
150 gr terigu
2 sdt baking powder
1 sdt kayu manis
Juice lemon dari 1 lemon

Optional:
100 gr kacang mete, iris-iris atau hancurkan kasar. Sisihkan untuk topping atas
100 gr kismis

Cara membuat:
1. Apel dipotong dadu kira-kira 1 cm, atau diiris-iris juga boleh
2. Rendam apel dengan juice jeruk, bubuhkan kayu manis. sisihkan.
3. Lelehkan butter dengan api kecil, angkat. Campurkan susu ke dalam butter. Aduk sampai rata.
4. Masukan telur, gula, dan vanila dalam satu wadah yang agak besar, kocok sampai kental dan berwarna keputihan (kira-kira 5 min)
5. Masukan campuran butter ke dalam adukan telur, gula dan vanilla sambil di mixer sampai rata. Jangan terlalu lama ya!
6. Masukan tepung yang sudah dicampur dengan baking powder ke dalam adonan basah. Aduk dengan menggunakan spatula/sendol sampai rata. Aduk sebentar dengan mixer supaya rata.
7. Masukan potongan apel yang telah direndam kedalam adonan. Masukan bahan-bahan optional.
8. Masukan adonan kue ke dalam loyang yang telah dialasi butter dan kertas roti.
9. Taburi kacang mete dan taburi sedikit kayu manis diatasnya
10. Panggang dalam oven 180 derajat selama sekitar 1 jam sampai bagian atas berwarna kecoklatan. Tusuk kue bagian tengah, kalau adonan sudah tidak menempel berarti udah mateng (yee..kayak gini mah tauk lah.. :D )
11. Taraaa...siap dihidangkan. Apalagi kalo diatasnya dikasih butter cream, hhmmm

Food Galleria

Aku gak pinter masak...hanya "wanna be".
Tapi paling enggak ini beberapa makanan yang "lolos" dari sensor my best costumer alias suami tercinta (dan terlaper: ). Dia juga yang jepret gambarnya dengan alasan, "biar nanti bisa ditulis resepnya..". Yah...kayaknya harapannya mungkin sia-sia, soalnya aku kemungkinan gak berbakat nulis resep : ).
Anyway, kalau kelak aku akhirnya nyerah juga..dan nulis resepnya, i think these food are quite simple. Even a man can cook!
Doain ya, mudahan gak lupa : ).

Indonesian fried rice______muff..muff..muffin!_________ malay chiken rice

Ayam Kecap pedas______Tumis daging Vietnamesse________Tuna spaghetti

Blueberry cheesecake ________Kaastengels___________Tea brownies
Ayam goreng tepung_______Ikan kembung rica-rica_____ Baso tahu goreng


Mi Familia

Setelah beberapa kali mendapatkan pertanyaan-pertanyaan (yang kebanyakan melalui imel atau kalau kebetulan nelp), akhirnya kepikir untuk menjawabnya melalui blog ini. It's about my husband. Sejak meninggalkan tanah air, memang belum sempat mengenalkan kepala keluarga kecilku ini ( cie........). Seminggu setelah acara nikah kami berdua langsung kembali ke negeri ini untuk menempati rumah kontrakan baru........ : ) maksudnya, untuk memulai kehidupan baru.
Jadi siapakah gerangan dia?
Suamiku lahir di Biak, masa kecil sampai SMA dihabiskan di pulau kecil dekat Kalimantan yang bernama "Pulau Laut". Mengaku waktu SMA selalu pergi dari rumah ke sekolah dengan menggenjot sepeda sejauh 10 km sambil baca buku pelajaran (wuadoh gimana coba caranya, untung gak sambil bikin peer), selepas SMA hijrah ke pulau Jawa untuk mengikuti pertarungan UMPTN. Waktu pertama kali ke Jakarta ngakunya terheran-heran melihat gemerlapnya kota dengan gedung-gedung tinggi (maklum, dari pulau keciiiillll). Kemudian, anak pulau laut itu berkesempatan kuliah di UGM jurusan kimia.
Lepas dari kuliah sempet kerja sebentar di perusahaan kimia. Pernah kuliah MM-UGM, namun dia tinggalkan beasiswa itu untuk menjawab tantangan lain. Tantangannya adalah intensive course bahasa jepang (AYF) yang memungkinkan untuk lanjut ke pascasarjana di univ jepang. Nah, disinilah cerita pertemuan 2 manusia berawal. Berangkat wawancara untuk program bahasa jepang tersebut, ketemulah dia dengan aku yang waktu itu juga sebagai salah satu kandidat. Usai wawancara, kita makan bareng di KFC Sarinah Jakarta, yang diakhiri dengan ke-sebel-an yang luar biasa dari aku : ) ; ). Jadi waktu ketemu saat itu boro boro deh ada "tring-tring" atau apa gitu, yang ada ya sebel aja..he..
Akhirnya, setelah sempat pisah negara selama 2 tahun dan hanya ketemu 4x, tahun ketiga dia resmi jadi suamiku. Sekarang dia juga tinggal disini, masih melanjutkan sekolahnya (eh, pingin berhenti ding). Oya, selain hobi ngelab-ngelab, dia juga hobi ngelap-ngelap lho! Pokoknya kalo hari minggu dapurku wangi deh! (seneng mode).

di tengah undangan makan siang

nyoba-nyoba acting jadi pelaut